Hidangan Gulai Hitam Nagari Sulik Aia

Nagari Sulik Aia atau Desa Sulit Air adalah suatu desa di Kabupaten Solok. Pada tahun 1803 hingga 1838, saat Perang Padri berkecamuk, kawasan yang saat ini adalah Nagari Sulik Aia atau Desa Sulit Air merupakan daerah pertahanan pasukan Padri. Pasukan Padri memiliki kawasan ini sebagai basis pertahanan karena daerah perbukitan yang strategis dan bisa menjadi titik pantau yang baik. Diperkirakan setelah Perang Padri, kawasan ini menjadi pemukiman baru bagi para mantan prajurit Padri.

Asal muasal nama Sulit Air masih menjadi cerita dari mulut ke mulut yang beredar dan berkembang di masyarakat bahwa nama Nagari Sulit Air diberikan oleh Datuk Mulo Nan Kawi yang menemukan daerah ini. Karena kesulitan menemukan air saat itu, dia pun menamakan daerah temuannya sebagai Nagari Sulik Aia.

Nagari Sulit Air adalah daerah perbukitan dengan lanskap yang unik. Letaknya di timur laut Kota Padang yang ditempuh selama kurang lebih 3 jam dengan kendaraan darat. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Kota Padang dan lanskap yang unik menjadi modal bagi pemerintah setempat untuk menarik wisatawan.

Guna memancing wisatawan, setiap tahun pemerintah setempat mengadakan festival sulit air. Berbagai kegiatan diadakan dalam festival ini, salah satunya adalah memasak Gulai Hitam. Bagi masyarakat Solok, Gulai Hitam adalah sajian yang wajib dihidangkan pada saat acara sedang berlangsung. Gulai ini berbeda karena warnanya hitam. Warna hitam didapat dari buah legundi yang tumbuh di desa. Masyarakat minang menyebutnya galundi.

Buah legundi tumbuh subur di daerah tropis. Di beberapa wilayah di Indonesia, pohon legundi tumbuh liar. Biji legundi berkhasiat untuk mengobati panas dalam, sariawan, dan pereda batuk. Di Nagari Sulit Air selain menjadi jamu, legundi juga dipakai sebagai bumbu masakan. Butuh proses pengolahan untuk membuat bumbu dari biji legundi. Biji legundi yang tua dijemur hingga kering lalu dihaluskan.

Untuk memasak Gulai Hitam, biji legundi yang sudah halus dicampur bumbu lain seperti bawang merah dan bawang putih, serai, cabe rawit, dan jahe yang dihaluskan. Saat memasak Gulai Hitam, masyarakat Sulit Air menggunakan batang pohon kelapa yang sudah kering sebagai bahan bakar. Selain mudah dibakar, batang pohon kelapa juga dapat mempengaruhi rasa dari Gulai Hitam. Butuh ketelatenan dalam memasak Gulai Hitam, karena memasaknya bukanlah sekedar mematangkan bahan makanan, tetapi menciptakan rasa yang pada akhirnya memberikan kenikmatan bagi pemakannya.