Fakta dan Mitos Seputar Olahraga

Selain mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga juga menjadi suatu kebutuhan agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Namun banyak beredar di masyarakat mitos-mitos seputar olahraga yang kadang membingungkan, seperti misalnya benarkah olahraga tidak boleh dilakukan di malam hari, atau jika memang benar olahraga itu menyehatkan lalu mengapa pernah terjadi kasus orang yang meninggal saat atau setelah olahraga? Agar tidak menjadi simpang siur dan tidak membuat anda ragu untuk melakukan aktifitas olahraga yang menyehatkan, berikut ini kami merangkumnya dalam fakta dan mitos seputar olahraga.

Benarkah saat pertama kali memulai olahraga, maka keesokan harinya tubuh akan merasa pegal-pegal? Faktanya tidak selalu demikian, sebab pegalnya tubuh seseorang setelah berolahraga itu, disebabkan porsinya yang berlebihan. Jika olahraga yang dilakukan sesuai porsi, tentu badan tidak akan pegal meski orang tersebut baru pertama kali berolahraga. Orang yang lama tidak berolahraga atau baru kali pertama berolahraga, memiliki otot yang masih lembek, jika dipaksa untuk berolahraga keras, maka otot akan tersentak dan menyebabkan trauma. Hal itulah yang membuat badan menjadi pegal keesokan harinya.

Benarkah langsung mandi setelah berolahraga itu dilarang? Faktanya Ya Benar. Meskipun sedang terburu-buru, mandi langsung setelah berolahraga  sangatlah tidak dianjurkan. Sebaiknya tunggulah hingga keringat kering sepenuhnya, sebab saat berkeringat pori-pori kulit sedang melebar dan suhu tubuh meningkat. Jika suhu tubuh otomatis turun drastis saat anda langsung mandi, tubuh akan merespon untuk segera menaikkan suhu tubuh maka timbullah apa yang dinamakan demam tinggi. Jangka waktu demam yang terjadi bisa lama, bisa juga sebentar.

Mandi ketika badan masih berkeringat juga akan membuat panas di dalam tubuh tidak keluar dan mengganggu kerja kelenjar keringat. Kondisi ini nantinya akan memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah. Hal ini pula yang sering terjadi juga pada orang yang sering mandi air hangat. Meski demikian, bukan berarti anda tidak boleh mandi setelah berolahraga. Setelah keringat di tubuh mengering, segeralah mandi agar tubuh kembali segar dan kuman yang menempel  di tubuh menjadi hilang.

Benarkah lari di siang hari sambil memakai jaket akan membuat berat badan cepat turun? Faktanya udara siang hari memang lebih mudah membuat berkeringat dan jaket akan membuat tubuh semakin panas, tapi yang hilang bukan lemak namun cairan tubuh. Kebiasaan ini akan membuat organ tubuh lain seperti jantung dan ginjal terganggu, sebab kekurangan cairan membuat darah mengental, jantung dan ginjal bekerja lebih keras memompa dan menyaring darah.

Benarkan olahraga tidak boleh dilakukan di malam hari? Di masa sekarang ini, banyak orang yang merasa tidak memiliki banyak waktu karena jadwal yang padat dari pagi hingga petang. Oleh karena itu, banyak orang yang meluangkan waktu untuk berolahraga di malam hari setelah beraktifitas seharian. Namun banyak orang beranggapan bahwa olahraga itu tidak baik dilakukan di malam hari dengan alasan akan membuat sulit tidur, rentan sakit, dan masuk angin, atau membuat seseorang mudah lapar dan menggagalkan diet.

Benarkah demikian? Faktanya memang benar, olahraga di pagi hari merupakan waktu yang tepat dan sangat dianjurkan karena selain membuat tubuh sehat juga dapat memompa semangat untuk beraktifitas. Namun jika tidak sempat berolahraga di malam hari juga merupakan hal yang sah-sah saja.

Agar tidak membuat sulit tidur dan mudah lapar di malam hari, pilihlah jenis olahraga yang tidak terlalu berat atau hindari porsi olahraga yang berlebihan. Olahraga yang terlalu berat dan berlebihan membuat denyut jantung berdetak lebih cepat, suhu tubuh meningkat, dan mengeluarkan banyak keringat sehingga menjadi sulit tidur. Terkadang tanpa disadari, saat sulit tidur kita juga lebih memilih untuk ngemil atau mengkonsumsi makanan berat. Hal itulah yang terkadang membuat diet menjadi gagal.

Olahraga dilakukan agar tubuh tetap sehat dan bugar, lalu mengapa pernah terjadi kasus orang yang meninggal terkena serangan jantung saat atau setelah berolahraga. Seseorang bisa saja terkena serangan jantung saat berolah raga bila dirinya telah memiliki bibit penyakit jantung, seperti penyumbatan arteri koroner atau penebalan dinding jantung. Biasanya pasien tidak menyadari hal tersebut sehingga akhirnya ketika berolahraga terutama yang berlebihan, jantung memompa oksigen dengan keras. Pada kondisi tersebut seringkali jantung berhenti namun bukan olahraga yang seharusnya disalahkan atas kejadian ini, sebab olahraga tetap penting dilakukan asalkan tidak berlebihan.

Berdasarkan penelitian dari Yayasan Jantung dan Stroke di Kanada menemukan hanya 9% kasus serangan jantung pada orang dewasa yang terjadi setelah olahraga. Jauh lebih langka dibandingkan kasus serangan jantung di rumah yang mencapai 72%. Penelusuran lebih jauh menemukan resiko serangan jantung akibat olahraga keras lebih mungkin menimpa orang yang tidak rutin berolahraga. Penelitian lainnya menemukan bahwa orang-orang yang terkena serangan jantung saat atau setelah olahraga tiga kali lebih mungkin untuk bertahan hidup setelah serangan jantung dibandingkan mereka yang mengalami serangan saat tidak berolahraga.

Karena itu, apabila ada orang yang menakut-nakuti anda bahwa sering berolahraga dapat menyebabkan serangan jantung, katakan bahwa anda justru melindungi jantung anda dengan berolahraga namun tentu saja pilihlah olahraga yang tidak terlalu berat dan sesuaikan dengan kemampuan tubuh anda.

Benarkah anggapan jika olahraga angkat beban tidak dianjurkan bagi perempuan karena bisa membuat badan menjadi kekar? Faktanya salah, yang membuat badan menjadi kekar adalah hormon testosteron dan itu jarang dimiliki perempuan. Yang terjadi jika perempuan berlatih beban adalah massa ototnya akan bertambah sehingga yang terlihat adalah tubuh yang padat dan kencang. Jadi sebenarnya wanita tidak harus menghindari jenis olahraga angkat beban ini. Kalaupun ada wanita yang memiliki otot seperti pria dipastikan karena pengaruh luar, misalnya mengkonsumsi hormon testosteron.

Ada anggapan jika seseorang berhenti berolahraga, maka ototnya akan berubah menjadi lemak dan tubuhnya akan melar dua kali lipat dari sebelum berolahraga, benarkah demikian? Faktanya tidak benar, ketika anda berhenti olahraga maka otot akan lembek atau kendor seperti sebelum berlatih. Saat otot lembek, kendor, atau mengecil tingkat pembakaran kalori pun menjadi berkurang. Jika kebiasaan makan anda masih sama seperti saat rajin latihan maka hal ini berpotensi menjadi gemuk. Awalnya hal ini tidak berdampak banyak pada angka timbangan, karena peningkatan lemak menggantikan massa otot yang mengecil, maka angka pada timbangan pun akan meningkat dan muncullah gumpalan-gumpalan lemak. Tetapi hal itu bukan berarti otot-otot berubah menjadi lemak, sebab lemak dan otot sangatlah berbeda dan memiliki fungsi berbeda pula.