Rumus Excel Menampilkan Nilai Sel Terakhir Pada Kolom Maupun Baris

Apabila Anda menemukan data berupa suatu catatan entri bilangan dengan menggunakan Excel, yang mana dalam data tersebut, Anda ingin mengetahui nilai entri terakhir yang dimasukkan. Seperti contohnya yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini yaitu suatu worksheet yang berisi tabel stok produk yang telah tercatat. Sel G2, G3, dan G4 berisi informasi yakni jumlah stok akhir produk yang akan dijelaskan dalam tip berikut ini.


Dalam tabel di atas terdapat sel-sel yang masih kosong menyelingi. Seperti contoh kondisinya ketika Anda melewatkan catatan tersebut di waktu-waktu tertentu dikarenakan stok habis, stok masih tersedia dengan jumlah yang sama seperti waktu sebelumnya, atau saat Anda lupa dan tidak menghitung jumlah stok tersebut.

Untuk dapat menghasilkan nilai sel paling akhir yang tercatat dalam suatu kolom atau baris sel dengan kondisi jika terdapat adanya sela-sela diantara entri tersebut, maka Anda dapat menggunakan fungsi INDEX dengan dibantu oleh argumen MAX untuk menampilkan urutan baris atau kolom sel.

Fungsi INDEX dapat menghasilkan nilai atau acuan dari suatu sel maupun barisan/sorotan sel pada worksheet. Dalam hal ini, entri yang akan disorot  lebih dari satu sel, sehingga Anda harus menggunakan rumus array (memasukkan rumus INDEX dan diakhiri dengan menekan tombol CTRL+SHIFT+ENTER pada keyboard secara bersamaan) agar dapat menghasilkan output yang tepat.

Fungsi INDEX dengan format array ini hanya memiliki dua argumen yaitu sorotan sel data dan nomor heading baris atau kolom dalam Excel yang akan menjadi penentu nilai yang ditampilkan.

Rumus Excel Menampilkan Nilai Sel Terakhir Pada Kolom 

Agar menghasilkan nomor heading baris yang dapat menampilkan nilai misalnya 67 berdasarkan kolom B (Produk A) dalam tabel di atas, maka fungsi MAX dapat digunakan untuk mengidentifikasi nomor heading baris terakhir yaitu 12 dengan cara mendata seluruh nilai yang terdapat dalam kolom B menggunakan rumus pertama: =ROW(B:B) lalu mengalikannya dengan rumus kedua: =B:B<>"" yang artinya Excel harus mendata sel-sel yang berisi nilai pada kolom B dengan mengecualikan sel kosong, sehingga rumus kedua akan menghasilkan nilai TRUE atau 1 pada sel yang berisi nilai dan FALSE atau 0 jika terdapat sel kosong.

Dengan demikian, rumus array pada sel G2 dapat disusun menjadi:
=INDEX(B:B,MAX(ROW(B:B)*(B:B<>""))) 
lalu tekan tombol CTRL+SHIFT+ENTER pada keyboard secara bersamaan. Rumus array selalu ditandai dengan menyertakan tanda kurung kurawal '{}' di awal dan akhir rumus pada formula bar.

Sel G3 berisi susunan rumus:
=INDEX(C:C,MAX(ROW(C:C)*(C:C<>"")))
Sel G4:
=INDEX(D:D,MAX(ROW(D:D)*(D:D<>"")))

Rumus Excel Menampilkan Nilai Sel Terakhir Pada Baris


Jika tabel entri yang Anda gunakan dibuat horizontal/mendatar seperti contoh pada gambar di atas, maka Anda dapat melakukan kebalikannya yaitu menyorot data baris menggunakan fungsi INDEX format array dengan dibantu argumen MAX yang dihasilkan dari perkalian antara data yang menampilkan nomor heading kolom dan hasil TRUE (1) atau FALSE (0) dari data baris setelah sel kosongnya dikecualikan. Sehingga rumus pada sel B7 disusun menjadi:
=INDEX(2:2,MAX(COLUMN(2:2)*(2:2<>"")))
lalu tekan tombol CTRL+SHIFT+ENTER pada keyboard secara bersamaan. Setelah itu, Anda salinkan rumus tersebut di atas hingga sel B9.