Tidur Tengkurap Adalah Kebiasaan Berbaringnya Ahli Neraka

Para ulama sepakat bahwa tidur atau istirahat merupakan kebutuhan utama bagi tubuh manusia bahkan Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu bekerja dan mencari nafkah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan Karena rahmat-Nya, dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al Qashash: 73)
Namun ketika akan istirahat atau tidur banyak orang yang tidak mengetahui posisi tidur yang baik dan benar sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan tak jarang banyak orang yang tidur dengan posisi tengkurap. Menurut mereka tidur sambil tengkurap terasa lebih enak dan nyaman serta menjadikan tidurnya lebih pulas. Padahal syariat agama melarang tidur tengkurap.

Hidup Bertetangga Menurut Syariat Agama Islam

Berbuat baik kepada tetangga, erat sekali kaitannya dengan masalah keimanan seseorang. Semakin ia beriman maka akan semakin baik sikapnya kepada tetangganya karena itu Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Allah, tidaklah seseorang beriman. Demi Allah, tidaklah seseorang beriman. Demi Allah, tidaklah seseorang beriman.” Mereka para sahabat bertanya “Siapa, Ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Seseorang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.” (HR. Bukhari)
Namun faktanya, ada saja tetangga yang kadang punya perilaku kurang baik atau perilaku buruk yang tidak disukai tetangga lainnya bahkan cenderung menyakitinya.

Cara Membaca Al Qur’an Menurut Syariat Agama Islam

Para ulama sepakat bahwa membaca Al Qur’an hukumnya sunnah dan mendapatkan pahala yang besar dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Bacalah oleh kalian Al Qur’an. Karena ia (Al Qur’an) akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim)
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan bahwa kelak Al Qur’an akan membela orang yang membacanya,
“Akan didatangkan Al Qur’an pada hari kiamat kelak kepada orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya. Yang paling depan adalah surah Al Baqarah dan surah Ali Imran. Keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim)
Namun yang menjadi permasalahan adalah sebagian orang memahami bahwa membaca Al Qur’an tidak boleh sambil berdiri dan berbaring melainkan harus duduk dengan tenang dan sopan. Jika tidak, maka membaca Al Qur’an sambil berdiri dan berbaring dianggap tidak menghormati Al Qur’an dan tidak pula mengagungkannya.

Orang Yang Didoakan Malaikat Setiap Harinya

Malaikat akan selalu mendoakan orang-orang ini setiap harinya. Sebuah doa yang mustajab karena dipanjatkan oleh makhluk yang suci tanpa dosa. Lalu siapakah orang-orang yang didoakan malaikat ini setiap harinya?

Imam Memutar Atau Bergeser Dari Tempat Duduknya

Dalam shalat berjama’ah seringkali terlihat setelah shalat dan berdzikir, imam membalikkan badan terkadang hingga 90 derajat, tetapi kadang ada yang berputar 180 derajat menghadap kepada makmum. Bahkan jika diperhatikan saat imam memutar atau bergeser dari tempat duduknya, gerakan itu juga diikuti oleh para makmum yang tengah membaca dzikir. Apakah memang yang demikian ini disyariatkan dalam shalat berjama’ah?

Bermakmum Pada Anak Kecil Yang Belum Baligh

Terkadang ada diantara kita yang shalat berjama’ah dan imamnya masih belum baligh atau masih anak-anak. Di dalam rumah tangga misalnya seorang ibu atau ayah bermakmum pada anaknya yang masih anak-anak dengan maksud untuk pembelajaran. Masalahnya, apakah bermakmum pada anak kecil yang belum baligh itu dibenarkan dalam syariat shalat?

Apakah Ada Yang Salah Dari Dzikir Kita [Sudah Rutin Tapi Tidak Berpengaruh Juga]?

Dzikir memiliki keutamaan yang sangat besar, ada dzikir yang manfaatnya bisa melindungi kita dari berbagai gangguan dan penyakit. Dengan berdzikir juga bisa mendapatkan manfaat dunia dan akhirat. Masalahnya, mengapa kita biasa merutinkan dzikir misalnya dzikir pagi dan petang namun tak juga berpengaruh pada diri kita? Sudah melakukan berbagai dzikir tapi musibah masih saja menghampiri kita, apakah ada yang salah dari dzikir kita?